RUMAH TANGGA AWET RAJET! SALAHKAH???



Assalamualaikum wr.wb


Pernah dengar kata awet rajet?

Saya pribadi kalau mendengar kata ini pasti yang pertama terlintas di kepala adalah rumah tangga, terutama buat orang jawa barat (sunda) termasuk saya.

(Sumber gambar/ detik.com)

Yaps, kata awet rajet sendiri sering di identikan dengan kondisi kehidupan berumah tangga yang dalam tanda kutip "kurang harmonis". Meskipun tentu sebenarnya kata awet rajet ini memiliki makna yang lebih luas.

Lalu pertanyaannya adalah:

1. Apa sih awet rajet itu?

2. Apa hubungannya dengan rumah tangga?

3. Salah kah awet rajet?


Mari kita bahas satu persatu!

Menurut KBBI, awet  artinya lama berubah; lama bertahan; 2 tidak mudah rusak (tua dan sebagainya).

Sedangkan kata rajet  sendiri adalah bahasa sunda, dan menurut kamus sunda, arti kata rajet adalah "sobek (disana-sini)".

Mungkin kalau di satukan, kurang lebih bunyinya seperti ini "bertahan lama dalam keadaan sobek disana-sini". Wkwkwk😂

Kalau dilihat dari segi esensinya awet rajet mungkin menurut saya "bertahan lama atau mempertahankan sesuatu dalam keadaan susah payah". Ini dia kata kunci nya.

Sedangkan dalam rumah tangga,  dilansir dari laman kumparan.com Awet rajet adalah istilah yang diperuntukkan bagi pernikahan yang tetap dipertahankan meskipun sering cekcok atau ribut dalam rumah tangganya



Lalu ada apa dengan awet rajet? Salahkah?!!

Sekarang, coba kita ilustrasikan dengan barang-barang yang ada di sekitar kita. Misalnya pakaian (kaos), kendaraan (motor), dan tempat tinggal (rumah). Kemudian kita urutkan berdasarkan tingkat keawetan nya.

Misalnya:

  1. Kaos - 1 tahun.
  2. Motor - 10 tahun s/d seumur hidup (mungkin).
  3. Rumah - anggap saja seumur hidup.
Sebuah kaos di katakan awet apabila kaos tersebut bisa bertahan dan masih layak dipakai sampai waktu 1 tahun lamanya, tetapi awet disini bukan berarti disimpan dilemari & gk pernah dipakek ya!😁😁.
Nah pertanyannya, apakah dalam kurun waktu 1 tahun kaos itu dibiarkan begitu saja? Apa kita tinggal pakek.? Tentu tidak!!!
Pasti perlu dirawat, dicuci, dijemur, dan disetrika, belum lagi kalau males nyuci kudu di laundry. Betul???
Karena kalau tidak dicuci saja! Gak kebayang kan bau nya seperti apa😆.? Jadi, gak mungkin lah bisa sampai setahun.
Intinya adalah, secara teknis kasus kaos diatas menurut saya awet rajet. Kenapa?
Buktinya kita harus susah payah hanya karena ingin kaos itu awet.😊
Inget!! Susah payah disini secara teknis ya.

Kemudian yang ke 2 motor. Nah ini dia, kalau menurut saya kebanyakan rumah tangga itu seperti motor. 

Coba anda yg punya motor tua yg telah menemani anda selama 10 tahun atau lebih.
Coba renungkan! Awet rajet tidak?
Bisa dihitung gak berapa uang yg anda habiskan untuk ganti oli, berapa kali ganti onderdil, berapa kali motor anda mogok, malam-malam kempes ban akhirnya anda harus mendorong padahal habis pulang kerja, dan sebagainya.

Jadi intinya adalah, menurut saya awet rajet itu hanyalah keadaan yg tidak bisa dihilangkan dalam rumah tangga untuk mencapai ke langgengan. Kalau anda mau awet, ya harus siap rajet
Terus biar gk awet rajet gimana?
Rubah pola pikir nya.
Karena gk ada sesuatu yg awet tanpa perawatan.

Awet rajet itu hanya pemikiran kita, mindset kita, persepsi kita akan suatu peristiwa dalam rumah tangga yg memang semua orang pasti pernah mengalaminya.

"Tapi kan ada rumah tangga yang gak awet rajet?"
Tidak ada, menurut saya tiap pasangan ada hanya saja kadarnya beda-beda. Ada yang rendah ada yang tinggi.



Kembali ke pembahasan kita.!

Seperti layaknya motor, rumah tangga kadang ada yang enak dipakai kadang tidak. Kadang motor lama tapi masih nyaman, justru kadang motor baru rasanya bobrok, karena gk ngerti cara ngurus motor.
Ada orang yang kalau motornya sudah mogok baru diservis, ada juga yang tiap bulan servis untuk perawatan biar selalu nyaman dipakai.
Nah, begitupun rumah tangga, ada yang pengantin baru tiap hari bertengkar. Ada yang sudah lama menikah, bertengkar juga. Wkwkwk
Dari situ kita ambil pelajaran, bisa jadi rumah tangga kurang harmonis itu karena kita belum tau cara merawatnya, bisa jadi karena jarang diservis, atau jangan2 tidak pernah diservis akhirnya rusak parah dan gak bisa diperbaiki lagi.

Intinya adalah, rawatlah rumah tangga itu setiap hari. Kalau ada yg rusak, maka segera perbaiki. Jangan tunggu parah.
Islam mengajarkan agar suami istri saling memaafkan setiap malam sebelum tidur. Jangan tunggu sampai perabotan rumah melayang diudara baru minta maaf.😃 Jangan tunggu sampai bertengkar baru menyesal. 

Akhir kata dari saya, rubahlah pola pikir kita. Jangan dikit-dikit cekcok di bilang nya awet rajet, itu hal biasa, nikmati saja prosesnya, kan mau awet.
Saya yakin anda paham maksud saya.
Dan kalau bisa hilangkanlah kata awet rajet dari pikiran kita, terus kalau ada orang nyinyir bilang awet rajet. Bilang aja, "kan mau awet!!".

Sekian dari saya.
Mohon maaf bila kata2 saya yang ngacapruk ini kurang berkenan di hati kalian.
Mudah2an bermanfaat.
Kalau tidak, anggap saja angin lalu. OK.!


Wassalamualaikum wr.wb

Komentar